MENUJU INDONESIA BEBAS PASUNG

MENUJU INDONESIA BEBAS PASUNG
PKRS DAN KESWAMAS RS JIWA Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG "PEDULI KESEHATAN JIWA". PENDERITA GANGGUAN JIWA BISA BERKARYA BILA TIDAK DIPASUNG.

Rabu, 08 Januari 2014

HOME VISIT PASUNG TIM RSJ Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG




     Hari Sabtu tgl. 12 Oktober 2013, Pukul 8.00 wib tim RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang diterima Kepala Puskesmas Dau  yaitu drg. Bambang Pujaswendro beserta staf, dan  dr. Yulia dari Dinkes Kab. Malang. Kemudian diadakan rapat koordinasi sebelum ke lokasi tujuan untuk menyamakan persepsi tentang pelaksanaan kunjungan rumah korban pasung.  Disini disampaikan tujuan dari dilaksanakan kunjungan rumah korban pasung  oleh tim RS Jiwa  Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang yang terdiri dari

dr. I Dewa Gede Basudewa, SpKJ, Zaenal Mutaqin, S.Kp, MM, Ayu Bulan Febry K D, SKM, Ninik Haryani, S.Sos, Sulistyono, S.Kep, Ns, dan Yuanto.
     dr. Yulia dari Dinkes Kab. Malang juga menyampaikan kasus pasung pada tahun 2012 di kab. Malang sekitar 41 kasus pasung, sekarang dilaporkan ada sekitar 81 kasus pasung. Dan sebagian besar korban pasung tidak punya Jamkesmas. Masih dijajaki tentang kerjasama dengan Dinsos setempat untuk masalah pembiayaan agar bisa di rujuk ke RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Diharapkan dengan adanya kerjasama seperti ini bisa membangun sistim jaringan penanganan masalah jiwa (CMHN). Selain itu pelayanan pengobatan alternatif cukup diminati untuk masalah gangguan jiwa seperti di yayasan sapu jagad kalipare, walaupun sebenarnya disana pun pasien dipasung/dirantai. Ini kondisi yang sangat pelik.
dr. I Dewa Gede Basudewa, SpKJ menyarankan agar dilakukan pendekatan atau dialog bersama, dicari alasan kenapa masyarakat lebih percaya berobat kesana.

        Setelah dari Puskesmas, rombongan dengan menggunakan 2 ambulance menuju ke kantor Kelurahan Sumber sekar. Disana rombongan dari RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Dinkes kab. Malang dan PKM Dau disambut bu Lurah dan aparat desa. Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan ke kepala dusun dengan ditemani bu Lurah. Di rumah kepala dusun telah menanti kepala dusun dan Babinsa yang bersiap-siap mengantarkan rombongan ke lokasi koraban pasung yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah kepala dusun Precet.

      
Kemudian rombongan tiba di rumah korban pasung sekitar pukul 10.00 wib.  Dari observasi di lokasi :
-    Rumah keluarga korban cukup layak kondisinya dengan bangunan beton dan lantai keramik. Pemilik rumah bekerja sebagai petani dan kedua cucunya Tn. P dan  Nn. T mengalami gangguan jiwa. Pemilik rumah sempat heran akan kedatangan rombongan dan sempat bertanya siapa yang memberitahu keadaan kedua cucunya yang di pasung. Selama ini kakek dan nenek inilah yang merawat mereka. Kedua orang tua Tn. P dan Nn. T telah bercerai, ayahnya kemudian menikah sebanyak 4 kali, dan ibunya menikah sebanyak 3 kali. Nenek kakeknya memberi alasan mengapa mengurung dan merantai cucunya karena takut mereka kabur dari rumah, dan tidak mengobati mereka karena alasan tidak mampu biaya pengobatan.
-     Korban pasung adalah kakak adik. Sang kakak bernama Tn. P di pasung di kandang  dalam keadaan dirantai. Dari kondisi dapat dinilai mempunyai status gizi kurang, dengan tubuh yang kurus dan tungkai kai mengecil sehingga sulit berjalan. 4 tahun lalu pernah di berobat ke RS Jiwa Dr, Radjiman W Lawang, tapi kemudian tidak pernah berobat lagi. Kemudian bersama adiknya Nn. T melarikan diri dari rumah kakek neneknya kemudian ditemukan di daerah Kepanjen. Dengan alasan takut Tn. P melarikan diri lagi, kakek dan neneknya merantai kakinya. Masalah Tn. P lebih kompleks dari adiknya Nn. T, saat diajak berkomunikasi dia hanya menggerak-gerakan kepalanya saja.   Kemudian tim kesehatan memberikan obat minum pada Tn. P setelah dilakukan pemeriksaan dan ia  mau diberikan obat dan mau minum obat,  mau makan dan  bisa berinteraksi dgn tim yang berkunjung. 
-          Sedangkan  si adik kondisinya lebih baik. Dia diisolasi dalam sebuah kamar berukuran 3 x 3 m. Mampu bersosialisasi, tidak menunjukkan ketakutan ketika rombongan datang, bisa mandi sendiri, sempat teratur minum obat tapi kemudian terhenti karena alasan tidak mampu biaya pengobatan. Pernah melarikan diri bersama kakaknya yang kemudian ditemukan di sebuah yayasan panti jompo di jalan sigura-sigura kota Malang. Alasan utama kakek neneknya mengurungnya adalah takut dia melarikan diri lagi. Apabila jendela di buka, bisa loncat dari jendela. dr. IDG Basudewa, SpKJ melakukan pemeriksaan dan kemudian memberikan obat minum.  Nn. T  mau diberikan obat dan mau minum obat,  mau makan dan  bisa berinteraksi dgn tim yang berkunjung. 

Tujuan dari kunjungan ini adalah :
  1. Untuk menjalankan program home visit untuk kasus-kasus yang bersifat publik ekspos seperti pasung, bunuh diri, dll
  2. Untuk mendapatkan informasi tentang latar belakang situasi keluarga termasuk hubungan antar keluarga
  3. Untuk mendapatkan informasi/observasi sikap keluarga (keluarga terdekat).
  4. Untuk mendapatkan informasi tentang sumber terjadinya masalah pasung.
  5. Untuk melakukan pemeriksaan pada korban pasung dan pemberian obat.
  6. Untuk memperoleh informasi sistim rujukan kesehatan yang ada, memperkuat sistim rujukan yang ada, dan menyiapkan rujukan ke RS Jiwa Lawang jika diperlukan (kunjungan rumah ini dikoordinasikan dengan petugas Puskesmas dan diketahui Dinas Kesehatan setempat)

Teknik pendekatan yang diterapkan bertujuan mengubah sikap keluarga pada :
a.       Prasangka sosial : Jika seseorang  sbelum pernah mengenal orang lain. Prasangka sosial yang dihadapi dalam bentuk curiga, menolak. Untuk menghilangkan sikap tersebut dengan saling tukar informasi untuk saling mengenal.
b.      Pemberian informasi :
Petugas memberikan informasi dan menyampaikan maksud dan tujuan  ke penderita pasung, menawarkan bantuan pendampingan apabila tidak mampu menyelesaikan permasalahan dalam keluarganya, memotivasi keluarga agar mengontrolkan berobat anggota keluarganya yang  menderita ganggguan jiwa dan  jangan melakukan tindak pemasungan.

(Febry)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar