MENUJU INDONESIA BEBAS PASUNG

MENUJU INDONESIA BEBAS PASUNG
PKRS DAN KESWAMAS RS JIWA Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG "PEDULI KESEHATAN JIWA". PENDERITA GANGGUAN JIWA BISA BERKARYA BILA TIDAK DIPASUNG.

Kamis, 28 Agustus 2014

BIPOLAR DISORDER....



         Pernahkan mood Anda berubah secara tiba-tiba? Misalnya semula merasa senang bukan kepalang lalu mendadak menjadi sedih? Jika gejala seperti itu yang Anda alami berhati-hatilah. Sebab bisa saja Anda terkena penyakit Bipolar disorder.  Bipolar disorder disebut juga manic depression. Di Amerika Serikat saja setidaknya 2,5 persen populasi dewasa orang dewasa yang mengidapnya. Di Indonesia belum diketahui secara pasti jumlah penderita bipolar. Bipolar disorder ini tergolong gangguan jiwa berat.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab bipolar bisa karena genetik, gangguan neurotransmitter di otak, gangguan keseimbangan hormonal, periode pengalaman hidup yang menekan, penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol. Penderita akan mengalami fase mood yang sangat ekstrem jika diibaratkan seperti roll coaster, dari sangat senang tiba-tiba sangat sedih. Kalau ekstrem naik dia menjadi mania, kalau ekstrem turun menjadi depresi. Fase mood ini datangnya tidak bisa diperkirakaan, bisa dalam hitungan tahun, bulan, minggu, atau jam.

          Adapun gejala-gejala fase mania antara lain gembira, percaya diri berlebihan, bicara cepat, pikiran berkejar-kejaran, perilaku agresif, sering makan, perilaku berbahaya, meningkatnya kegiatan fisik dan dorongan seksual, pola tidur terganggu, sukar berkonsentrasi, dan waham kebesaran. Sedangkan fase depresi, gejalanya antara lain sedih, hilang minat dan kegembiraan, mudah lelah, tidak percaya diri, pendiam, pesimis, merasa dirinya bersalah, nafsu makan berkurang, mudah tersinggung, merasa dirinya tidak berguna, harga diri turun, dan konsentrasi berkurang. Yang mengkhawatirkan penderita bipolar bisa mengutarakan ide bunuh diri. Dalam kondisi seperti ini, penderita harus secepatnya ditangani oleh ahlinya.  Dalam fase mood itu juga bisa terdapat fase normal. Saat itu seorang penderita bisa menjalani kehidupan dengan baik.

          Gejala bipolar pada anak hampir sama dengan remaja, dewasa, maupun lansia. Hanya gejala bipolar tidak langsung terlihat pada mood yang signifikan. Biasanya anak bertambah rewel dan mengeluhkann sakit pada daerah tertentu. Bisa juga anak menjadi temperamental atau mengurung diri di kamar. Jika dibiarkan, gangguan bipolar tersebut bisa memengaruhi proses tumbuh kembang anak.

Lantas apa yang harus dilakukan? Sebaiknya penderita bipolar segera memeriksakan diri ke Psikiater terdekat untuk berkonsultasi. Pengobatan bipolar bisa dilakukan dengan terapi kognitif yang bertujuan mengenal pola pikir yang salah dan mengembangkan pola pikir yang lebih rasional. Mereka diarahkan untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terapi lainnya adalah terapi perilaku. Dalam terapi ini penderita diarahkan meniadakan atau mengurangi pola perilaku yang salah serta menampilkan perilaku baru yang positif dan bisa diterima masyarakat. Disamping itu, terapi keluarga bisa digunakan untuk memperbaiki pola komunikasi yang buruk dalam keluarga dan mengajarkan pola komunikasi yang efektif dan bisa diterima oleh semua anggota keluarga. Orang tua diberi pengertian tentang bipolar sehingga bisa memberikan perlakuan yang tepat pada penderita. Terapi lainnya adalah farmakoterapi yaitu terapi obat antipsikotik oleh Psikiater untuk menstabilkan mood.


                                                                                                                          ( Febry )